Layaknya soal ujian, hidup juga dihadapkan pada pilihan berganda. Alhamdulillah, manusia dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan untuk memilah benar-salah, baik-buruk, boleh-tidak boleh, atau harus-jangan. Cuma terkadang kita tidak optimal memanfaatkan fitur yang dianugerahkan_Nya, yang menjadi pembeda manusia dengan mahluk lainnya. Memang pilihan tidak selalu berujung dengan hasil yang diharapkan (toh semua telah ditetapkan, bahkan jumlah tarikan nafas kitapun sudah ada batasnya), tapi wajib ikhtiar buat kita…
Saat ini, aku memilih untuk mulai dengan hal kecil ini,
ini adalah sebuah ikhtiar…,
mudah mudahan punya arti.
Barokalloh om…..
atas blog barunya. mudah2an bisa memberi manfaat pada orang lain
TOP MARKOTOP !!!!!!
Matur nuwun kang Imam…..Pandongane yo….
cuma rodo mandeg,ki …biasa STMJ (Sudah Tua Mengentry Juga)…
benar-salah relatif, boleh-jangan realtif, baik -buruk….juga realatif, yang mutlak hanya pilihannya (sst…gak usah digagas…). Pak Andh.joel, selamat berkarya…