Cemara itu pernah berdiri tegak kokoh
batangnya bak tubuh singa nemea yang tak tertembus panah hercules
akarnya besar dan kuat menghunjam dalam ke perut bumi,
Cemara itu pernah berdiri indah
daun jarumnya bisikkan doa tengadah
rantingnya adalah rangkaian labirin tanpa ujung,
Tapi kini,
tak ada lagi batang kokoh indah itu ,
entah kemana air bah membawanya ,
lalu,
bersama siapa angin akan melantunkan nyanyiannya
ke mana lagi burung prenjak akan menitipkan anaknya,
Tuhan,
aku gagap membaca pesan Mu
ini murka atau coba..


Komentar Terakhir..