Gagap aku..

29 05 2008

Cemara itu pernah berdiri tegak kokoh

batangnya bak tubuh singa nemea yang tak tertembus panah hercules

akarnya besar dan kuat menghunjam dalam ke perut bumi,

Cemara itu pernah berdiri indah

daun jarumnya bisikkan doa tengadah

rantingnya adalah rangkaian labirin tanpa ujung,

Tapi kini,

tak ada lagi batang kokoh indah itu ,

entah kemana air bah membawanya ,

lalu,

bersama siapa angin akan melantunkan nyanyiannya

ke mana lagi burung prenjak akan menitipkan anaknya,

Tuhan,

aku gagap membaca pesan Mu

ini murka atau coba..





Jejak Tsunami,

29 05 2008

Mumpung masih di Medan, akhir tahun 2007 kemarin kami sekeluarga mengunjungi serambi mekah. Dengan menggunakan kendaraan sendiri waktu tempuh Medan-Aceh  kurang lebih 10 jam. Kondisi jalan yang dilalui cukup bagus, memang agak sempit dan sedikit berliku tetapi hampir tidak ada lubang, karena aspalnya masih baru. Sepanjang jalan kami disuguhi jajaran  pohon kelapa sawit, dan ini adalah pemandangan yang lazim akan kita jumpai bila melewati jalan lintas di Sumatera. Lewat Maghrib kami baru tiba di Banda Aceh. Esok paginya kami baru bisa jalan jalan dan menyaksikan bekas-bekas dahsyatnya tsunami, yang memporak-porandakan NAD. Kebetulan saat itu bertepatan dengan peringatan 3 tahun tsunami, seremnya kami merasakan gempa yang lumayan kencang dengan durasi yg agak lama. Karena masih trauma dengan kejadian 3 tahun lalu, semua orang langsung lari berhamburan keluar rumah…Allahu Akbar..

Kapal terhempas

Kapal PLTD yang besar ini terlempar dari pantai yang berjarak kurang lebih 10 KM dari tempat sekarang dia duduk manis, Baca entri selengkapnya »